SURVEY KEPUASAN LAYANAN PENILAIAN ANGKA KREDIT GURU AGAMA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN DAERAH DKI JAKARTA

Ketua Penelitian :

Kategori: Evaluasi Kebijakan

Anggota: Opik Abdurahman Taufik

Publisher: PuslitbangLKKMO

Diunduh: 78x

Views 523x

Editor: adminpusat1

Abstrak:

Ukuran keberhasilan penyelenggara pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan
penerima pelayanan. Dengan menggunakan model SERVQUAL (Service Quality)
dengan lima dimensinya yaitu reliability, responsivenes, assurance, empathy,
tangible menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan guru agama dalam pelayanan
penilaian angka kredit di Kantor Wilayah Kementerian Agama di DIY menunjukkan
tingkat kinerja 2,40 (cukup puas) dan harapan 2,69 (cukup penting). Sedangkan
di DKI menunjukan bahwa tingkat kinerja 3,29 (puas) dan harapan 3,81
(penting). Hal ini berarti kinerja yang dirasakan oleh guru sudah sesuai dengan
harapan pelayanan guru. Namun, masih perlu dilakukan perbaikan dengan cara
memperbaiki terus-menerus pada atribut-atribut yang memiliki tingkat kesesuaian
rendah (masih di bawah 100%) sehingga kinerja atribut-atribut tersebut dapat
meningkat dan sesuai dengan harapan guru. Beberapa dimensi memiliki skor gap
yang negatif. Dimensi kualitas jasa bernilai negatif tersebut menunjukkan harapan
pelanggan tidak sesuai dengan kenyataan yang pelanggan rasakan. Semakin besar
skor gap yang didapat maka semakin tinggi ketidakpuasan yang dirasakan oleh
pelanggan. Perbaikan layanan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas
layanan penilaian angka kridit guru agama SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta
sebagaimana peta dalam diagram kartesius dengan menggunakan metode
Important Performance Analysis adalah berada di Kuadran A. Yaitu atribut nomor
1, 3, 13, 11, 15, 17, 21, 27. Sedangkan pada DKI atribut nomor 14, 15, 19,
22, 23, 27, dan 28. Pada atribut di kuadran ini menunjukkan faktor atau atribut
yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, termasuk unsur yang dianggap
penting akan tetapi Kementerian Agama belum melaksanakan sesuai keinginan
pelanggan (pelanggan tidak puas). Pelayanan perlu diperbaiki segera.
 
Ukuran keberhasilan penyelenggara pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan
penerima pelayanan. Dengan menggunakan model SERVQUAL (Service Quality)
dengan lima dimensinya yaitu reliability, responsivenes, assurance, empathy,
tangible menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan guru agama dalam pelayanan
penilaian angka kredit di Kantor Wilayah Kementerian Agama di DIY menunjukkan
tingkat kinerja 2,40 (cukup puas) dan harapan 2,69 (cukup penting). Sedangkan
di DKI menunjukan bahwa tingkat kinerja 3,29 (puas) dan harapan 3,81
(penting). Hal ini berarti kinerja yang dirasakan oleh guru sudah sesuai dengan
harapan pelayanan guru. Namun, masih perlu dilakukan perbaikan dengan cara
memperbaiki terus-menerus pada atribut-atribut yang memiliki tingkat kesesuaian
rendah (masih di bawah 100%) sehingga kinerja atribut-atribut tersebut dapat
meningkat dan sesuai dengan harapan guru. Beberapa dimensi memiliki skor gap
yang negatif. Dimensi kualitas jasa bernilai negatif tersebut menunjukkan harapan
pelanggan tidak sesuai dengan kenyataan yang pelanggan rasakan. Semakin besar
skor gap yang didapat maka semakin tinggi ketidakpuasan yang dirasakan oleh
pelanggan. Perbaikan layanan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas
layanan penilaian angka kridit guru agama SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta
sebagaimana peta dalam diagram kartesius dengan menggunakan metode
Important Performance Analysis adalah berada di Kuadran A. Yaitu atribut nomor
1, 3, 13, 11, 15, 17, 21, 27. Sedangkan pada DKI atribut nomor 14, 15, 19,
22, 23, 27, dan 28. Pada atribut di kuadran ini menunjukkan faktor atau atribut
yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, termasuk unsur yang dianggap
penting akan tetapi Kementerian Agama belum melaksanakan sesuai keinginan
pelanggan (pelanggan tidak puas). Pelayanan perlu diperbaiki segera.
 

Lampiran Tidak Tersedia