Kategori: Bahan Kebijakan
Anggota: Hj. Marmiati Mawardi
Publisher: BLA-Semarang
Diunduh: 66x
Dilihat 352x
Editor: blasemarang
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang peran penyuluh agama Islam, dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran penyuluh agama Islam. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif, populasi penelitian ini adalah masyarakat binaan penyuluh agama di Propinsi Jawa Timur dengan mengambil sampel di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Malang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif terhadap penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam. Sikap positif ini dipengaruhi oleh kemampuan penyuluh agama dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan partisipasi masyarakat dalam kegaitan penyuluhanagama. Namun sikap masyarakat terhadap kemampuan komunikasi penyuluh agama ternyata negatif. Temuan ini berbeda ketika dilihat dari persamaan struktural hasil analisis pengaruh kemampuan komunikasi, persepsi terhadap mutu layanan, partisipasi masyarakat, dan sikap masyarakat terhadap peran penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kehidupan beragama masyarakat, penyuluh agama dipandang memiliki kemampuan komunikasi, sedangkan mutu layanan dinilai negatif. Persepsi masyarakat dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis masing-masing individu dalam mempersepsikan obyek, terutama obyeknya adalah manusia, dalam hal ini penyuluh agama. Berdasarkan temuan penelitian,hendaknya penyuluh agama senantiasa meningkatkan kompetensinya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kementrian Agama hendaknya memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang tugas penyuluh agama Islam.
Kata kunci: peran, sikap, komunikasi,mutu layanan, partisipasi
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang peran penyuluh agama Islam, dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran penyuluh agama Islam. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif, populasi penelitian ini adalah masyarakat binaan penyuluh agama di Propinsi Jawa Timur dengan mengambil sampel di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Malang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif terhadap penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam. Sikap positif ini dipengaruhi oleh kemampuan penyuluh agama dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan partisipasi masyarakat dalam kegaitan penyuluhanagama. Namun sikap masyarakat terhadap kemampuan komunikasi penyuluh agama ternyata negatif. Temuan ini berbeda ketika dilihat dari persamaan struktural hasil analisis pengaruh kemampuan komunikasi, persepsi terhadap mutu layanan, partisipasi masyarakat, dan sikap masyarakat terhadap peran penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kehidupan beragama masyarakat, penyuluh agama dipandang memiliki kemampuan komunikasi, sedangkan mutu layanan dinilai negatif. Persepsi masyarakat dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis masing-masing individu dalam mempersepsikan obyek, terutama obyeknya adalah manusia, dalam hal ini penyuluh agama. Berdasarkan temuan penelitian,hendaknya penyuluh agama senantiasa meningkatkan kompetensinya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kementrian Agama hendaknya memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang tugas penyuluh agama Islam.
Kata kunci: peran, sikap, komunikasi,mutu layanan, partisipasi